SAHABAT
Sahabat… ingatkah engkau akan semua
yang kita lalui bersama kenangan masa terindah
tersimpan tak terlupakan
Kita… hadapi hujan badai melanda
dan berlari terus menerjang
menggapai mimpi yang indah selalu kita percaya
Kita untuk selamanya
menjalani semua
Terhempas, terjatuh, terluka,
tertawa, berbagi cerita
Kita untuk selamanya
Pernah kau… bangkitkan aku saat terjatuh
kau kembalikan semangatku untuk kembali melangkah
gapai mimpi yang indah
Bahagia senantiasa warnai tangis kita
Ku percaya akan kita meraih segalanya
Kita pasti bahagia!
Kamis, 03 November 2011
Jumat, 21 Oktober 2011
Kemarin dan hari ini…
aku coba membuka arsip dalam otakku
ada beberapa yang harus kuperbaiki
ada beberapa cacat di sana-sini…
Aku lihat satu demi satu wajah
yang akrab dalam kehidupanku
tapi kini tak ada lagi catatan di dalamnya
orang-orang itu seperti “hilang” dalam kehidupanku…
Aku mulai membacanya perlahan
apa yang terjadi kemarin?
apa yang membuat mereka “tak ada di sini” lagi
Tiba-tiba pilu kurasakan
mereka “pergi” meninggalkanku
karena sms yang pernah aku kirim
karena sikap tak bersahabatku
karena aku yang begitu emosional…
egois
menyebalkan…
mengecewakan…
atau
karena….
entahlah…
atau
mungkin saja
karena aku tak menjaga persahabatan kami…
tiba-tiba satu demi satu dari mereka
“menghilang” begitu saja…
menyisakan coretan “tanda tanya”
di akhir catatan…
waktu memang menjawab…
perlahan tapi pasti
aku baca
dan baca arsip
setiap sahabat yang menghilang…
coba mencatat lagi
menyapa lagi
mengingat lagi
kisah-kisah kemarin
berlimpahnya bantuan
bertaburnya kasih sayang
perhatian
satu demi satu…
hadir lagi
pelan tapi pasti
mulai terlukis senyuman di sana
mulai ada kata-kata hangat
ajakan pertemanan…
mulai tertulis janji pertemuan…
Kini, kutersenyum membaca
catatan satu demi satu dari mereka…
persahabatan akan indah ketika kita mampu menjaganya…
maaf, karena terkadang aku lupa dan tak mampu menjaganya…
aku coba membuka arsip dalam otakku
ada beberapa yang harus kuperbaiki
ada beberapa cacat di sana-sini…
Aku lihat satu demi satu wajah
yang akrab dalam kehidupanku
tapi kini tak ada lagi catatan di dalamnya
orang-orang itu seperti “hilang” dalam kehidupanku…
Aku mulai membacanya perlahan
apa yang terjadi kemarin?
apa yang membuat mereka “tak ada di sini” lagi
Tiba-tiba pilu kurasakan
mereka “pergi” meninggalkanku
karena sms yang pernah aku kirim
karena sikap tak bersahabatku
karena aku yang begitu emosional…
egois
menyebalkan…
mengecewakan…
atau
karena….
entahlah…
atau
mungkin saja
karena aku tak menjaga persahabatan kami…
tiba-tiba satu demi satu dari mereka
“menghilang” begitu saja…
menyisakan coretan “tanda tanya”
di akhir catatan…
waktu memang menjawab…
perlahan tapi pasti
aku baca
dan baca arsip
setiap sahabat yang menghilang…
coba mencatat lagi
menyapa lagi
mengingat lagi
kisah-kisah kemarin
berlimpahnya bantuan
bertaburnya kasih sayang
perhatian
satu demi satu…
hadir lagi
pelan tapi pasti
mulai terlukis senyuman di sana
mulai ada kata-kata hangat
ajakan pertemanan…
mulai tertulis janji pertemuan…
Kini, kutersenyum membaca
catatan satu demi satu dari mereka…
persahabatan akan indah ketika kita mampu menjaganya…
maaf, karena terkadang aku lupa dan tak mampu menjaganya…
Catatan Akhir Tahun 2010 Kramot Family
Bulan ini menjadi bulan terakhir di tahun 2010 dan memang bukan hari yang terakhir di penghujung tahun ini, tetapi banyak sekali yang telah terjadi di tahun ini. Banyak progres besar yang terjadi di dalam diri kita selama tahun 2010 ini.
lulus dari bangku SMP, lulus dari bangku SMA, lulus dari bangku Kuliah, melamar pekerjaan, resign dari tempat kerja, mencobal hal hal baru, melihat banyak sahabat yang sudah menikah, banyak berkawan dan bertemu teman2 baru, melihat sahabat yang telah bekerja di tempat yang mereka idamkan, melihat sahabat yang mendapatkan beasiswa di luar negeri, “I’m proud of you my prend”.
kalau ditanya hal soal hati selama tahun ini, ah.. biar kita simpan dalam hati saja, tak usah kutuliskan disini..
Mungkin diantara kita pernah mengalami posisi dimana kita merasa tidak berguna, suntuk, sedih, menyalahkan diri sendiri atau apapun itu, semoga hal itu tidak menjadi penghalang untuk kita terus maju dan bersemangat dalam manjalani apa yang sudah digariskan oleh Sang Pencipta dan teruslah bersyukur atas apaun yang telah dianugerahkan oleh-Nya terhadap kita.
Bagaimana dengan dirimu kawan, apakah di tahun ini akan berlalu begitu saja seperti tahun – tahun yang lalu.. Semoga banyak progres besar dalam diri yang menjadikanmu semakin bertambah bisa memaknai arti hidup ini dan bertambah dewasa kawan..
Kita SELAMANYA...!!!
lulus dari bangku SMP, lulus dari bangku SMA, lulus dari bangku Kuliah, melamar pekerjaan, resign dari tempat kerja, mencobal hal hal baru, melihat banyak sahabat yang sudah menikah, banyak berkawan dan bertemu teman2 baru, melihat sahabat yang telah bekerja di tempat yang mereka idamkan, melihat sahabat yang mendapatkan beasiswa di luar negeri, “I’m proud of you my prend”.
kalau ditanya hal soal hati selama tahun ini, ah.. biar kita simpan dalam hati saja, tak usah kutuliskan disini..
Mungkin diantara kita pernah mengalami posisi dimana kita merasa tidak berguna, suntuk, sedih, menyalahkan diri sendiri atau apapun itu, semoga hal itu tidak menjadi penghalang untuk kita terus maju dan bersemangat dalam manjalani apa yang sudah digariskan oleh Sang Pencipta dan teruslah bersyukur atas apaun yang telah dianugerahkan oleh-Nya terhadap kita.
Bagaimana dengan dirimu kawan, apakah di tahun ini akan berlalu begitu saja seperti tahun – tahun yang lalu.. Semoga banyak progres besar dalam diri yang menjadikanmu semakin bertambah bisa memaknai arti hidup ini dan bertambah dewasa kawan..
Kita SELAMANYA...!!!
Rabu, 06 Juli 2011
Sebuah Kisah Kecil di Klaten
Sebuah Kisah Kecil di kota Klaten
Hampir saja saya lupa jika tanggal 27 Februari adalah hari kelahiran saya. Jika saja seorang teman yang jauh di sana tidak memberitahu saya tiga hari sebelumnya, saya bisa benar-benar lupa melewati tanggal istimewa itu. Saya bilang istimewa karena sepanjang hidup saya tanggal dan bulan tersebut demikian mengatur dan berkuasa atas usia saya. Saya tahu, setiap tanggal 27 Februari, saya mesti sadar bahwa usia selalu terus berjalan dan saya harus menghitungnya sebagai bentuk lain dari sebuah pertanyaan soal apa yang selama ini telah saya perbuat untuk hidup saya, dan untuk apa yang berada di luar diri saya. Sebab ternyata usia bukan sekedar hitungan angka-angka, tapi juga semacam ukuran untuk menilai sejauhmana perubahan kualitas hidup saya.
Menjelang tanggal 27 Februari tahun ini, saya melewatinya dengan duduk sendirian berlama-lama di sebuah tempat sunyi yang jauh dengan teman-teman dan keluarga saya. Seperti hari-hari sebelumnya, tanggal 27 Februari ini, saya menikmati senja yang turun, warna daun hijau, nyanyian burung-burung kecil, dan kerlip bintang di malam hari. Saya berjalan di melewati luas pesawahan, merasakan tiupan angin yang sejuk dan menikmati lampu-lampu berbaris di kaki-kaki gunung. Ketika malam semakin larut, saya pulang dan kembali menyelesaikan beberapa pekerjaan di depan komputer. Ah, semua laporan kegiatan harus selesai dan dikirim besok; padahal saya ingin menulis beberapa puisi dan cerita pendek.
Terkadang saya ingin melewati hari ulang tahun saya bersama orang-orang yang saya kenal baik, tapi barangkali sudah bukan saatnya lagi, tak perlu lagi. Barangkali mengingatnya saja sudah cukup; barangkali saya akan melewati malam itu seperti juga malam-malam yang lainnya, konsentrasi di depan komputer sampai menjelang shubuh, dan di separuh siang harinya melakukan hal yang sama. Tepat jam 12 malam, tanggal 27 Februari, saya memang menerima SMS dan telepon ucapan selamat ulang tahun. Mereka dua orang teman perempuan yang masih mengingat tanggal kelahiran saya. Mereka kirim saya doa. Setelah itu hening, seperti sejenak berjumpa dan saling menyapa dengan seseorang di sebuah tikungan jalan di malam hari, dan akhirnya berpisah. Sepi kembali.
Barangkali hidup juga seperti itu, adakalanya kita menikmati sesuatu yang ramai, riuh penuh perbincangan, saling merapat dan berdesakan, tapi kelak sendiri dan sepi. Saya mesti siap dengan hal itu. Saya tak perlu kecewa. Saya memang bisa tak punya masalah yang serius dengan kesendirian. Saya bisa belajar dan memahaminya sebagai semacam keindahan menikmati hidup dan keseharian. Tak ada janji pertemuan, tak ada jadwal yang padat di luar rumah; saya hanya terbangun dari tidur tanpa kata-kata, mandi, menyiapkan air putih, membuka buku dalam beberapa menit, dan menerima telepon dalam suasana ruangan yang saya sukai. Hal itu sudah cukup bagi saya. Tapi di hari yang bagi saya sangat istimewa kali ini, ternyata tiba-tiba saya membutuhkan sesuatu yang lebih, barangkali tak hanya sekedar kata.
Tanggal 27 Februari, saya bangun pagi lebih awal karena beberapa SMS membangunkan saya. Ucapan selamat ulang tahun dari beberapa teman, dan saya kirim mereka ucapan terima kasih, tentu saja, dengan bahasa yang berbeda. Saya ingat, sampai hari menjelang siang, beberapa teman yang saya kenal dekat belum mendoakan saya di hari ulang tahun kali ini, juga keluarga saya. Ah, mungkin mereka lupa. Tak perlu lah saya beritahu mereka, mungkin tak penting. Bahkan orang-orang di sekolah Sapa pun tak mengucapkan selamat ulang tahun pada saya. Tak apalah. Mereka lupa dan saya tahu mereka masih sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Lalu saya iseng buka Facebook, Wah rupanya banyak ucapan selamat ulang tahun dari beberapa teman online, tak ketinggalan ucapan singkat si Kakak yang belakangan ini sempat lelah menyuruh saya membereskan urusan sekolah.
Langganan:
Komentar (Atom)


